Tutup PERISAI VI, HMPS PAI UIN KHAS Jember Teguhkan Komitmen Cetak Generasi Ulul Albab yang Berakhlak dan Inklusif

Tutup PERISAI VI, HMPS PAI UIN KHAS Jember Teguhkan Komitmen Cetak Generasi Ulul Albab yang Berakhlak dan Inklusif

JEMBER – Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (HMPS PAI), FTIK PAI (FTIK), UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember, menggelar kegiatan Closing PERISAI VI dan Seminar Nasional pada Jumat, 9 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula GKT Lantai 3 ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan komitmen kaderisasi mahasiswa dalam membangun generasi yang berakhlak, berpikiran terbuka, dan inklusif.

Mengusung tema “Membangun Generasi Ulul Albab yang Berakhlak, Berpikir Terbuka, dan Inklusif demi Terwujudnya Kampus yang Harmonis dan Progresif”, kegiatan ini merefleksikan pentingnya kaderisasi mahasiswa sebagai bagian dari proses pembentukan karakter, penguatan intelektualitas, dan penanaman nilai-nilai Islam dalam kehidupan akademik.

PERISAI VI merupakan bagian dari upaya kaderisasi mahasiswa PAI untuk membentuk calon pemimpin yang tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan yang kuat, tetapi juga mampu berpikir kritis, menghargai perbedaan, serta berkontribusi secara positif dalam kehidupan kampus dan masyarakat.

Melalui kegiatan penutupan yang dirangkaikan dengan seminar nasional, mahasiswa diharapkan semakin memahami pentingnya menyeimbangkan kecerdasan intelektual, kematangan spiritual, dan keluhuran akhlak. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting dalam menghadapi dinamika kehidupan perguruan tinggi yang semakin kompleks dan beragam.

Konsep generasi Ulul Albab yang diangkat dalam tema kegiatan menegaskan pentingnya melahirkan mahasiswa yang mampu memadukan kedalaman berpikir dengan keteguhan iman dan kemuliaan akhlak. Sementara itu, semangat keterbukaan dan inklusivitas menjadi landasan untuk membangun ruang akademik yang saling menghargai, kolaboratif, dan terbebas dari sikap eksklusif.

Bagi HMPS PAI FTIK UIN KHAS Jember, kaderisasi tidak sekadar menjadi tahapan dalam perjalanan organisasi mahasiswa. Lebih dari itu, kaderisasi merupakan proses pembelajaran untuk menumbuhkan tanggung jawab, kepemimpinan, solidaritas, dan kepedulian sosial. Mahasiswa diharapkan mampu menerjemahkan nilai-nilai yang diperoleh selama proses kaderisasi ke dalam tindakan nyata, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat.

Penutupan PERISAI VI sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan kaderisasi tidak berhenti pada berakhirnya sebuah kegiatan. Keberhasilan yang sesungguhnya terletak pada kemampuan para kader untuk menjaga semangat belajar, mengembangkan potensi diri, menjunjung tinggi etika, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan program studi dan institusi.

Dengan terselenggaranya Closing PERISAI VI dan Seminar Nasional, HMPS PAI FTIK UIN KHAS Jember diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai ruang pengembangan mahasiswa yang berintegritas, berwawasan luas, dan memiliki kepedulian terhadap keberagaman. Semangat Ulul Albab diharapkan tidak hanya menjadi tema kegiatan, tetapi juga menjadi karakter yang melekat dalam perilaku dan perjuangan mahasiswa PAI.

Dari kaderisasi menuju aktualisasi, dari akhlak menuju kontribusi. PERISAI VI diharapkan menjadi salah satu pijakan untuk mewujudkan generasi mahasiswa PAI yang religius, progresif, dan inklusif, sekaligus turut membangun budaya akademik kampus yang harmonis dan berkemajuan.

Bagikan: