BERITA ACARA KEGIATAN JALSAH BULAN AGUSTUS: ''Membongkar Feodalisme, Taqlid Buta, dan Krisis Intelektual Umat Islam''
Pada tanggal 9 Agustus 2025, telah terlaksana kegiatan Jalsah dengan tema "Min at-Taqd?s il? at-Tamy?z: Membongkar Feodalisme, Taqlid Buta, dan Krisis Intelektual Umat Islam". Acara ini menghadirkan saudara Taufiq Ramadhan, Ketua DPW FORSIMA PAI se-Indonesia, sebagai pemateri utama.
Tujuan kegiatan ini adalah memberikan wawasan dan pencerahan kepada mahasiswa mengenai bahaya feodalisme, taqlid buta, serta krisis intelektual dalam tubuh umat Islam, sekaligus mengajak peserta untuk mengembangkan sikap kritis, objektif, dan terbuka dalam memahami ajaran Islam.
Materi yang disampaikan meliputi:
Pengertian Feodalisme
Feodalisme dijelaskan sebagai sistem kekuasaan yang memberikan hak istimewa hanya kepada pihak tertentu, sehingga menimbulkan ketimpangan sosial dan intelektual. Sistem ini berpotensi menghambat pertumbuhan pemikiran kritis dalam masyarakat.
Dampak Feodalisme terhadap Pendidikan Islam
Feodalisme dalam pendidikan dapat membentuk hubungan yang terlalu hierarkis sehingga interaksi menjadi kaku dan tidak setara. Akibatnya, peserta didik menjadi pasif dan menerima kebenaran tanpa analisis mendalam.
Taqlid Buta sebagai Faktor Kemunduran Umat
Taqlid buta adalah sikap mengikuti pendapat tokoh atau ulama tanpa memahami dasar argumentasinya.
Menurut sebagian ulama yang memperbolehkan taqlid, taqlid buta terjadi ketika pendapat diikuti tanpa mengetahui dalil atau proposisinya.
Menurut ulama yang menolak taqlid, setiap bentuk taqlid dianggap membatasi kebebasan berpikir dan menghambat perkembangan umat.
Integrasi Islam dan Epistemologi Modern
Integrasi ini dimaknai sebagai upaya menghubungkan kembali khazanah ilmiah Islam dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern, tanpa meninggalkan nilai-nilai ilahiah. Tujuannya adalah untuk memuliakan manusia dan menjaga alam semesta melalui sinergi antara ajaran Islam dan instrumen ilmiah kontemporer.
Adapun sesi diskusi berlangsung aktif dan dinamis. Peserta terlihat antusias mengajukan pertanyaan serta menanggapi pemaparan materi. Beberapa peserta mengangkat isu aktual terkait fenomena taqlid buta di lingkungan sekitar. Interaksi yang terjadi menunjukkan adanya keberanian peserta untuk mengungkapkan pandangan kritis sekaligus menerima masukan dari sudut pandang yang berbeda.
Berakhirnya acara ini, diharapkan peserta dapat membedakan antara penghormatan yang proporsional terhadap tradisi (at-taqd?s) dan sikap kritis yang konstruktif (at-tamy?z). Harapannya, wawasan yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi para mahasiswa untuk berkontribusi dalam kemajuan intelektual, pengembangan ilmu pengetahuan, dan pembangunan peradaban umat Islam yang berkeadaban.
Jember 9 Agustus 2025
Hormat Kami,
Panitia Pelaksana Jalsah: Bidang 1 Keilmuan
HMPS PAI UIN KHAS Jember




